gemini
Jumat, 03 April 2009
gemini
Profil Pelabuhan Perikanan Indonesia
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.16/MEN/2006 tentang Pelabuhan Perikanan, Pelabuhan Perikanan dibagi menjadi 4 kategori utama yaitu :
• PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera)
• PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara)
• PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai)
• PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan)
Pelabuhan tersebut dikategorikan menurut kapasitas dan kemampuan masing-masing pelabuhan untuk menangani kapal yang datang dan pergi serta letak dan posisi pelabuhan.
Karakteristik Kelas Pelabuhan PPS, PPN, PPP, dan PPI :
No Kriteria Pelabuhan Perikanan PPS PPN PPP PPI
1 Daerah operasional kapal ikan yang dilayani Wilayah laut teritorial, Zona Ekonomi Ekslusif (ZEEI) dan perairan internasional Perairan ZEEI dan laut teritorial Perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, wilayah ZEEI Perairan pedalaman dan perairan kepulauan
2 Fasilitas tambat/labuh kapal >60 GT 30-60 GT 10-30 GT 3-10 GT
3 Panjang dermaga dan Kedalaman kolam >300 m dan >3 m 150-300 m dan >3 m 100-150 m dan >2 m 50-100 m dan >2 m
4 Kapasitas menampung Kapal >6000 GT (ekivalen dengan 100 buah kapal berukuran 60 GT) >2250 GT (ekivalen dengan 75 buah kapal berukuran 30 GT) >300 GT (ekivalen dengan 30 buah kapal berukuran 10 GT) >60 GT (ekivalen dengan 20 buah kapal berukuran 3 GT)
5 Volume ikan yang didaratkan rata-rata 60 ton/hari rata-rata 30 ton/hari - -
6 Ekspor ikan Ya Ya Tidak Tidak
7 Luas lahan >30 Ha 15-30 Ha 5-15 Ha 2-5 Ha
8 Fasilitas pembinaan mutu hasil perikanan Ada Ada/Tidak Tidak Tidak
9 Tata ruang (zonasi) pengolahan/pengembangan industri perikanan Ada Ada Ada Tidak
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)
Pelabuhan perikanan samudera (PPS), dikenal juga sebagai pelabuhan perikanan type A, atau kelas I.
Pelabuhan perikanan ini dirancang terutama untuk melayani kapal perikanan berukuran > 60 GT.
Pelabuhan ini dapat menampung 100 buah kapal atau 6000 GT sekaligus, dapat pula melayani kapal ikan yang beroperasi di perairan lepas pantai, ZEE dan perairan internasional.
Jumlah ikan yang didaratkan sekitar 40.000 ton / tahun dan juga memberikan pelayanan untuk ekspor.
Selain itu tersedia juga tanah untuk industri perikanan.
Perum Prasarana Perikanan Samudera adalah badan yang bertanggungjawab tehadap pelabuhan perikanan ini. Perusahaan ini bertujuan untuk :
1. Meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan melalui penyediaan dan perbaikan sarana dan / atau prasarana pelabuhan perikanan.
2. Mengembangkan wiraswasta perikanan serta untuk memasang dan / atau mendorong usaha industri perikanan dan pemasaran hasil perikanan.
3. Memperkenalkan dan mengembangkan teknologi hasil perikanan dan sistem rantai dingin dalam perdagangan dan industri di bidang perikanan.
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), dikenal juga sebagai pelabuhan perikanan tipe B atau kelas II. Pelabuhan ini dirancang terutama untuk melayani kapal perikanan berukuran 15 - 16 ton GT sekaligus. Pelabuhan ini juga melayani kapal ikan yang beroperasi di perairan ZEE Indonesia dan perairan nasional. Jumlah ikan yang didaratkan sekitar 40 - 50 ton / hari atau sekitar 8.000 - 15.000 ton / tahun.
Pelabuhan Perikanan Pantai(PPP)
Pelabuhan perikanan Pantai (PPP) dikenal juga sebagai pelabuhan perikanan type C atau kelas II.
Pelabuhan ini dirancang untuk melayani kapal perikanan berukuran 5 - 15 GT.
Pelabuhan ini dapat menampung 50 kapal atau 500 GT sekaligus.
Pelabuhan ini juga melayani kapal ikan yang beroperasi di perairan pantai.
Jumlah ikan yang didaratkan sekitar 15 - 20 ton / hari atau sekitar 4.000 ton / tahun.
Pelabuhan Perikanan Pantai(PPP)
Pelabuhan perikanan Pantai (PPP) dikenal juga sebagai pelabuhan perikanan type C atau kelas II.
Pelabuhan ini dirancang untuk melayani kapal perikanan berukuran 5 - 15 GT.
Pelabuhan ini dapat menampung 50 kapal atau 500 GT sekaligus.
Pelabuhan ini juga melayani kapal ikan yang beroperasi di perairan pantai.
Jumlah ikan yang didaratkan sekitar 15 - 20 ton / hari atau sekitar 4.000 ton / tahun.
Mulai 2006, DKP Bangun Pelabuhan Perikanan Modern
Dikirim Oleh: Developer pada 24 Juni 2005 10:07:31 PM
PEKANBARU (Riau Online): Menurut rencana, mulai tahun 2006 Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau akan membangun pelabuhan perikanan modern yang akan dibangun di Tanjung Samak Pulau Rangsang Kabupaten Bengkalis.
PEKANBARU (Riau Online): Menurut rencana, mulai tahun 2006 Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau akan membangun pelabuhan perikanan modern yang akan dibangun di Tanjung Samak Pulau Rangsang Kabupaten Bengkalis.
"Rencananya pembangunan pelabuhan perikanan modern ini akan dibangun dalam beberapa tahap seperti sistem multi years yang dananya berasal dari APBN dan APBD Provinsi Riau,"kata Kepala DKP Provinsi Riau, Prof Dr H Tengku Dahril,MSc, Kamis (23/2).
Dengan dibangunnya pelabuhan perikanan di Tanjung Samak Pulau Rangsang ini, merupakan pelabuhan perikanan modern pertama di Riau yang natinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, karena saat ini di Riau hanya ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada di Kota Dumai.
Menurutnya, pelaksanaan pembangunan pelabuhan perikanan modern ini dilakukan secara bertahap karena jumlah anggaran yang dibutuhkan cukup besar, sehingga tidak bisa dianggarkan sekaligus.
"Untuk lahan yang akan dijadikan areal pelabuhan Perikanan Modern ini, saat ini tidak ada masalah lagi, karena tahun 2005 lalu Pemkab Bengkalis telah melakukan pembebasan lahan, karena sesuai dengan kesepakatan bahwa untuk penyediaan lahan akan dilakukan Pemkab Bengkalis,"terang Tengku.
Pelabuhan Perikanan modern ini nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas untuk sebuah pelabuhan perikanan modern antara lain dermaga, pabrik es, cool storage, laboratorium pengendalian mutu serta infrastruktur lainnya yang dibutuhkan untuk pengembangan pelabuhan perikanan.
Sedangkan untuk jangka menengah, pelabuhan perikanan ini juga akan dibangun pabrik pengolahan hasil perikanan untuk tujuan ekspor yang pembangunannya akan ditawarkan kepada investor, sehingga aktifitas pengolahan hasil perikanan bisa dilakukan dalam satu kawasan.
"Tetapi untuk tahap awal, mulai tahun 2006 ini yang akan segera dibangun adalah dermaga perikanan, karena anggaran dananya juga masih terbatas, untuk tahap awal ini dana yang berasal dari APBN untuk pembangunan dermaga baru Rp1 Miliar,"tandasnya.(ea)
Diposting oleh Special di 09.20 0 komentar
