Selasa, 31 Maret 2009

Nautika Perikanan Laut





PENGAMATAN PENGOPERASIAN
PURSE SEINE
DI KM. MINA GRAHA
JUWANA –PATI (JAWA TENGAH)





Disusun Oleh:
FRANCISCO X.B.M PURNAMA
D4206-080



Latar Belakang


Sumber daya perikanan pelagis merupakan salah satu sumber daya perikanan yang paling melimpah di Indonesia.
Pemanfaatan sumber daya perikanan pelagis semakin intensif sejak mulai beroperasinya armada pukat cincin.
Alat tangkap purse seine merupakan alat tangkap berupa jaring yang berukuran besar, dimana cara pengoperasiannya melingkari gerombolan ikan.
tujuan
Mengetahui tentang teknik pengoperasian purse seine.
untuk mengetahui cara kerja alat tangkap secara langsung.
mengetahui komposisi hasil tangkapan dari alat tangkap purse seine khususnya untuk perairan Indonesia.
maanfaat
dapat mengetahui segala kegiatan yang ada di kapal.
Berpengalaman dalam kegiatan produksi di industri yang relevan.
Memperoleh pengalaman yang nyata dalam bidang industri.

1. Definisi Alat Tangkap
Purse seine adalah alat (gear) yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis yang membentuk gerombolan (schooling). Pukat cincin digolongkan pada alat tangkap “jaring lingkar” derngan tali kerut (purse seine) yang merup[akan alat tangkap ikan pelagis yang membetuk gerombolan dalam bentuk-bentuk renang (yaitu : tongkol, layang, kembung dan jenis ikan lainnya).

2.Syarat-syarat daerah penangkapan untuk alat tangkap purse seine yang baik
Perairan yang terdapat ikan hidup yang bergerombol (schooling).
Jenis ikan-ikan tersebut dapat dikumpulkan dengan pengumpul (lampu dan rumpon).
Keadaan perairan sebaiknya lebih dalam daripada alat yang dipergunakan.

3. Persiapan pengoperasian
Kegiatan pengoperasian meliputi :
a.Persiapan di darat
Mempersiapkan surat-surat kapal seperti SIPI (Surat Izin penangkapan Ikan).
Menghubungi kapal purse seine yang masih berada di laut tentang fishing ground.
Mempersiapkan pembekalan yang akan dibutuhkan selama berlayar.

b.Persiapan selama menuju fishing ground
Memperbaiki jaring yang sobek.
Memasang perlengkapan yang akan digunakan dalam operasi penangkapan.
Mengecek lampu galaksi dan mengganti jika ada yang rusak.

4. Bahan dan Alat Tangkap
Bahan :
Bahan bakar
Bahan makanan
Air tawar
Es
Oli
Alat :
Satu unit kapal penangkapan ikan.

5. Teknik pengoperasian
1. Setting
Pukul 09.00 malam seluruh ABK mengadakan pengamatan terhadap keadaan arus, angin dan keadaan ikan seperti melihat jumlah ikan dan ada tidaknya lumba-lumba yang berenang disekitar gerombolan ikan. Setelah melihat kondisi ikan memungkinkan untuk dilaksanakan setting maka diadakan persiapan sebagai berikut :
Nahkoda mematikan lampu galaksi dimulai dari haluan, dengan jarak 5 menit.
Surface lamp diturunkan, dan mulai bergerak menjauhi kapal.
Setelah semua lampu galaksi dimatikan, maka kapal dengan kecepatan 2-3 knot mulai menjauhi surface lamp. Setelah jarak antara surface lamp dan kapal diperkirakan cukup oleh nahkoda maka dilaksanakan setting.
Setting dimulai dengan melempar pelampung utama. Kapal bergerak maju dengan kecepatan 2-3 knot dan proses setting berhenti setelah kedua ujung jaring bertemu dan proses selanjutnya adalah pursing.
2. Pursing
Pursing dimulai langsung setelah kedua jaring bertemu di lambung kanan kapal, dimaksudkan agar gerombolan ikan segera terkurung dengan menggunakan winch.
Pursing berakhir jika seluruh cincin naik keatas deck ini berarti jaring telah membentuk kantong.
3. Hauling
Setelah semua cincin naik maka dilaksanakan proses hauling dengan menarik jaring, pelampung secara bersamaan serta penyusunan tali kerut sampai jaring tinggal bagian kantong. Secara teknis jaring ditarik dengan tangan, tapi jika terjadi keadaan ikan yang sangat banyak dan arus yang kencang maka jaring diikat tali dan ditarik dengan menggunakan winch. Pada saat hauling posisi jaring tidak sering berbentuk sempurna (lingkaran penuh) karena kondisi angin dan arus yang berubah-ubah maka jaring yang kusut ditarik oleh juru arus yang membawa surface lamp.
4. Brailing
Ikan telah terkumpul pada kantong jaring maka ABK segera menyiapkan caduk mengambil ikan yang telah terkumpul di kantong dengan cara menjatuhkan caduk ke air serta mendorong bagian bawah dari caduk dengan kayu kemudian caduk ditarik dengan menggunakan winch.
Proses brauling sebaiknya dilakukan secepat mungkin agar kualitas ikan tetap segar, karena ikan hasil tangkapan sebaiknya jangan terlalu lama di udara yang menyebabkan terjadinya bakteri perusak.


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Wedding Dresses. Powered by Blogger